Selamat Datang Di website Kecamatan Kapur IX

Selamat Datang di Kecamatan Kapur IX

Sepatah Kata Mengenai Kecamatan Kapur IX
 ANDRI YASMEN, S.Sos
 

Detail Berita

Hukum

Penipuan Penerimaan CPNS Beraksi, Joni Minta Warga Waspada

Selasa, 16 Mei 2017 - 12:15:25 WIB | dibaca: 1431 pembaca

Penipuan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) beraksi di Kabupaten Lima Puluh Kota. Korban dimintai uang hingga belasan juta rupiah dengan iming-iming segera menjadi CPNS tanpa harus melewati tes.

       Rahimi (52) salah seorang korban, mengaku telah tertipu oleh seorang yang mengaku bisa memasukan puterinya yang tamatan S2 menjadi CPNS dengan membayar sejumlah uang buat biaya pengurusan. Namun, sudah hampir setahun menanti dan uang yang dibayarkan sudah mencapai Rp15 juta lebih, tapi janji menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tak kunjung terwujud.

          Merasa dirinya telah tertipu, korban mengadukan perkaranya kepada Bupati Lima Puluh Kota melalui Kepala Bagian Humas dan Pemberitaan H Joni Amir, S.Sos.

“Setiap kali meminta tambahan uang, pelaku selalu membujuk dengan mengatakan SK CPNS-nya segera keluar dan berdalih SK-nya masih dalam proses penandatanganan oleh kepala daerah. Apa betul saat ini Pemkab Lima Puluh Kota menerima CPNS baru pak,” ujar korban Rahimi kepada Joni Amir di rumah dinas bupati, kamis (11/5).

Mendapatkan laporan dugaan penipuan tersebut, Joni menjelaskan, sejak beberapa tahun belakangan hingga sekarang Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota tidak melakukan penerimaan CPNS. Jika ada yang menyebut Pemkab Lima Puluh Kota tengah menerima CPNS, itu sudah pasti cerita bohong.

“Pemkab Lima Puluh Kota tidak melakukan penerimaan CPNS. Kalau ada penerimaan CPNS, sudah pasti akan diumumkan pada media massa dan website resmi pemerintah, termasuk website resmi Pemkab Lima Puluh Kota, yaitu www.limapuluhkotakab.go.id, bukan disembunyi-sembunyikan,” jelas Joni.

Selain diumumkan melalui jalur resmi secara terbuka, Joni juga menegaskan, jika memang ada penerimaan CPNS, dipastikan dalam proses penerimaannya tidak ada pungutan biaya apapun.

“Jika ada yang menawarkan jasa atau mengiming-imingi jadi CPNS, apalagi dengan meminta sejumlah uang, bisa dipastikan itu aksi penipuan,” ulang Joni.

            Ia menyayangkan masih ada warga yang terbujuk rayu oleh oknum yang mengaku-ngaku bisa memasukan seseorang menjadi PNS. Mestinya kasus ini tidak terjadi jika korban mengkonfirmasikannya kepada OPD terkait pada Pemkab Lima Puluh Kota.

            “Kita mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan tergiur bujuk rayu seseorang yang mengatasnamakan pemerintah daerah atau bupati. Kalau tidak jelas kebenarannya, sebaiknya kroscek dulu kepada OPD terkait seperti BKPSDM,” kata Joni, semberi meminta warga tidak saja hati-hati dari iming-iming dari oknum, tapi juga tidak mudah percaya dengan informasi yang dimuat pada media sosial dan situs yang bukan resmi dari pemerintah.

            Dikatakan, penipuan berkedok penerimaan CPNS itu hendaknya diusut hingga tuntas. Untuk penjeraan, siapapun yang terlibat harus ditindak sesuai peraturan berlaku.

            “Kalau ada yang merasa dirugikan, silahkan melapor kepada polisi agar kasusnya bisa diusut hingga tuntas,” ujar Joni Amir.

            Sebelumnya korban Rahimi yang didampingi saudaranya Aliusman (50) mengaku didekati oleh oknum yang sering bersileweran di lokasi kantor bupati di Bukik Limau Sarilamak ketika ia datang ke kantor bupati sekitar setahun lalu untuk memasukan permohonan lamaran kerja puterinya. Ketika keluar dari kantor bupati, ia bertemu dengan pelaku yang mengaku orang dekat bupati yang bisa menolong puteri korban untuk bisa menjadi CPNS.

            Tidak hanya sampai di situ, pelaku sempat beberapa kali datang ke rumah korban di Kecamatan Akabiluru sembari meminta sejumlah uang buat pengurusan proses pengangkatan CPNS tersebut. Pelaku mengaku bisa menyisipkan nama puteri korban masuk ke dalam penerimaan CPNS yang akan diterima Pemkab Lima Puluh Kota sebanyak 120 orang.

            “Saat didekati pertama sekali di lokasi kantor bupati di Bukik Limau Sarilamak, saya beranggapan pelaku merupakan pegawai Pemkab Lima Puluh Kota. Saya yakin kalau pelaku benar-benar orang dalam yang bisa menolong anak saya menjadi CPNS,” tutur Rahimi sembari berharap pelaku segera mengembalikan uangnya yang sudah disetorkan kepada pelaku sebanyak empat kali hingga berjumlah lebih dari Rp15 juta.

            Korban mengaku baru menyadari ada yang tidak beres ketika pelaku terus berkilah dan berusaha menghindar serta menghalanginya menanyakannya langsung kepada bupati. (gun)




Agenda

Download

Polling Kecamatan


 Kotak Saran

Untitled Document


Statistik Web

Pengunjung hari ini: 30
Total pengunjung: 4179
Hits hari ini: 71
Total Hits: 15694
Pengunjung Online: 1

Link Banner

Informasi Kontak

Alamat kantor:

Telephone:
Email:
Website: kec-kapurix.limapuluhkotakab.go.id